Nasional, Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Maritim Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai intensitas hujan yang semakin tinggi. Hujan yang terjadi secara merata di berbagai kawasan berpotensi menimbulkan bencana.
"Pastikan drainase beroperasi dengan baik agar tidak sampai menimbulkan gangguan," kata Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyo menanggapi dampak fenomena 'bulan super' terhadap kondisi cuaca di Surabaya, Selasa 15, November 2016.
Menurut dia, fenomena alam 'bulan super' 5666 adalah istilah yang digunakan para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan purnama berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi. Namun demikian, fenomena yang justru perlu diwaspadai saat ini adalah efek dari pasang surut air laut yang biasa terjadi di awal dan pertengahan bulan, bukan kejadian bulan super.
Baca juga:
Netizen Kumpulkan Rp 90 Juta untuk Korban Bom Samarinda�
Tak Hanya Cegah Konflik SARA, Malang Waspadai Proxy War
Eko melanjutkan, jika curah hujan tinggi dan merata dibarengi dengan fenomena pasang maksimum air laut, bisa menimbulkan genangan di kawasan pesisir. Apalagi jika drainase tidak lancar, genangan bisa meluas. "Itu yang perlu diwaspadai," ucapnya.
Selain itu, Eko juga mengingatkan pada November hingga Desember 2016 posisi matahari di selatan khatulistiwa sehingga bisa menimbulkan dampak pemanasan maksimum. Pemanasan maksimum tersebut bisa menimbulkan terjadinya pusat tekanan rendah di selatan yang pada akhirnya memicu munculnya badai tropis di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
"Badai tropis biasa diikuti dengan cuaca ekstrem, baik hujan deras maupun angin kencang. Karena itu, harus diwaspadai," tutur Eko.
Sementara itu, tinggi gelombang Laut Jawa saat ini cukup kondusif berkisar 0,5-0,8 meter dengan kecepatan angin sekitar 30 kilometer per jam. Sedangkan di perairan selatan Jatim agak tinggi antara 2,5-3 meter dengan kecepatan angin lebih dari 45 kilometer per jam.
ANTARA

0 Komentar